Perasaan paling menjengkelkan menurut saya adalah menyukai sesorang yang sudah sangat amat pasti tidak akan bersama dia di masa depan. Ya, seperti menyukai seorang frater, makhluk yang mempersiapkan dirinya untuk salah satu panggilan mulia di antara panggilan hidup lainnya (kadang saya berpikir: harus ko dia mendengar panggilan yang seperti itu?) Menyukai seorang frater seperti sedang mengharapkan pohon mangga berbuah semangka, atau menunggu hingga kucing bertelur. Sesuatu yang konyol.
Manggulu adalah kata yang sudah saya simpan dalam kepala saya sejak saya masih kecil, alasannya sederhana: manggulu sangat enak. Ya, manggulu adalah jenis makanan khas yang ada di Sumba, terbuat dari campuran pisang dan kacang tanah juga kesabaran dan niat.
After twelve years of lighting candles for the same prayer, the same name, and the same hope, this is my last candle to mention that name in my prayers. Be happy, be happy! I'm not okay now, but I will be ok soon. Thank you very much, thank you.
Komentar
Posting Komentar