Postingan

Menampilkan postingan dengan label KISAH

Catatan tentang Ba'i (Mboku Ndilu)

Gambar
(Orang-orang memanggilnya Mboku Ndilu, saya dan cucu-cucunya yang lain memanggilnya Ba'i, sesekali tentu saja kami juga memanggilnya Mboku, tetapi tidak peduli dipanggil dengan sebutan apapun, saya beryukur menjadi salah satu cucunya.) Lima tahun berlalu Ba’i, malam itu bulan dan bintang berdekatan, indah.  Waktu itu matahari sedang turun, akan pulang ke peraduannya. Mama menelpon saya dengan suara terisak saat saya sedang ikut mempersiapkan malam pencarian dana untuk pembangunan stasi. “Pulang sudah.” itu saja kalimat yang keluar dari mulut mama di sela tangisnya, lalu telpon mati. Saat itu saya tahu, Ba’i sudah jalan. Perjalanan yang singkat antara lokasi tempat saya berada dengan rumah cukup untuk satu kali mengucapkan doa favorit saya: Salam Maria, sambil mengingat wajah Ba’i.  Saya tidak turun dari motor, mama langsung keluar rumah dan duduk dibelakang saya. Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya merasa jalanan dari Lolang (Mauliru) menuju Kaburu (Kalu) menjadi sanga...

Manggulu (Mengenal salah satu makanan khas Sumba)

Gambar
Manggulu adalah kata yang sudah saya simpan dalam kepala saya sejak saya masih kecil, alasannya sederhana: manggulu sangat enak. Ya, manggulu adalah jenis makanan khas yang ada di Sumba, terbuat dari campuran pisang dan kacang tanah juga kesabaran dan niat.

Untuk R

Gambar
Dear R Lama tidak jumpa. Semoga kau baik-baik saja. Saya teringat kau malam ini, teringat senyum manismu, sayu tatapanmu dan halus lembut suaramu. Saya teringat kau malam ini, teringat sakit di hatimu, luka di perasaanmu dan marah yang telah menua di dadamu.

Untuk seorang bapak yang hari ini membantu saya, terima kasih.

Gambar
  Terima kasih  Maaf saya tidak sempat berkenalan tetapi terima kasih sudah membantu. Terima kasih sudah mampu menangkap ekspresi gugup, takut dan cemas yang ada di wajah saya saat (mungkin) kau melewati saya. Ya saya gugup serentak takut dan cemas, saya bahkan masih ingat klakson panjang sebuah mobil yang melaju dengan cepat di belakang saya saat saya menoleh.

Women: Protect the environment, care the culture, and create the best future

     In their beautiful face and heart, women have a beautiful mind to protect the environment, care the culture, and create the best future with powerful and beautiful ways. When I was in New Zealand, I have a chance to learned how to did weaving with a group of Maori women. They are friends of my host family. I went there with my host family to help one of her friends that want to do weaving. We did weaving with the native plants in New Zealand.

BERJALAN DI ‘TUBUH’ SUMBA (TANA HUMBA)

Gambar
Saya membuka Lyra, laptop kesayangan saya dan melihat ada banyak foto di sana. Sambil melihat-lihat, saya mengingat setiap kejadian-kejadian yang ada hubungannya dengan foto itu. Demi membuat foto-foto yang mulai membuat ruang penyimpanan pada Lyra  penuh menjadi lebih bermanfaat, saya memutuskan untuk membuat catatan singkat tentang foto-foto itu dengan mengandalkan kekuatan ingatan saya yang tidak seberapa ini dan mencoba memaksimalkan kemampuan retrival saya terhadap memori yang pernah ada. Dari mana semua foto-foto itu? dari hasil jalan-jalan saya, walau pun tidak benar-benar jalan-jalan sih hahahah ada yang hasil jalan-jalan karena kerjaan kantor, ada yang dari aktivitas-aktivitas komunitas, ada yang kebetulan sama-sama dengan teman dan sebagainya. Tapi apa pun itu, pastilah semuanya tentang Sumba.

SURAT UNTUK RIX (3)

Gambar
Saya sedang kota yang selalu dingin Rix, Kau tau, saya selalu rindu kau Masih berapa jauh perjalananmu? Hai Rix, sehat? Semoga iya. Saya juga, sehat! Ada di Indonesia bagian mana kau sekarang? Eh masih di indonesia kan? Kapan pulang Rix?

TENTANG SUMBA DAN KEGELISAHAN SEORANG PEREMPUAN

Gambar
Sebuah pekerjaan pernah membuat saya terhubung dengan banyak orang yang dengan caranya masing-masing berjuang untuk mempertahankan keseimbangan alam di Sumba. Salah satunya adalah para pejuang pertanian organik. Ketika saya bertanya, alasan menggunakan pupuk organik di tengah tawaran pupuk kimia yang menggiurkan, seorang petani separuh baya dengan kulit hitam legam terbakar matahari serta keriput yang mulai muncul diwajahnya berkata “Saya mau kasih tanah ke anak saya nanti. Mungkin tidak banyak karena harus dibagi-bagi, tapi saya punya tanah harus bisa menghasilkan juga. Saya punya tanah harus tetap sehat supaya saya punya anak juga bisa dapat hasil dari itu tanah.” dialek Sumba yang kental terdengar dari mulutnya yang tetap sibuk mengunyah sirih pinang.

TENTANG BEKERJA DI TIGA KABUPATEN BERBEDA DI PULAU SUMBA

Gambar
Suasana kota Waikabubak, kota tempat tinggal saya sekarang Pertengahan tahun 2018. Saya tidak merasakan waktu berlalu begitu cepat, begitu pula sebaliknya. Saya selalu menikmati semuanya dengan santai. Sejak wisuda tahun 2015 dan pulang ke Kabupaten Sumba Timur pada tahun yang sama, saya sudah bekerja di tiga kabupaten berbeda di pulau Sumba. Yang pertama adalah kabupaten Sumba Timur lalu di ujung sumba lainnya yakni kabupaten Kabupaten Sumba Barat   Daya, dan saat ini di kabupaten Sumba Barat.

2018 dan sebuah harapan sederhana ^_^

Gambar
Tidak ada satu pun catatan yang saya posting di tahun 2017 dalam blog ini. Saya menyesal melewatkan tahun luar biasa itu tanpa satupun catatan sebagai kenangan. Entahlah, mungkin saya terlalu terlena menikmati berbagai hal baik dan menyenangkan atau mungkin saya memang malas menuliskannya dalam blog lantaran selama 10 bulan sejak maret 2017 hingga desember 2017 saya menjalani pekerjaan yang membuat saya harus menuliskan banyak hal di dua kabupaten, sumba barat dan sumba barat daya.

SURAT UNTUK RIX (2)

Gambar
Tidak   apa   jika   kau   tidak   rindukan   saya Tapi   saya   rindu Hy Rix,,, apa kabar?

DESA TANGGEDU YANG MENYIMPAN BANYAK SURGA

Gambar
Sejak November 2015 lalu, saya ditugaskan di sebuah desa persiapan pemekaran di kabupaten sumba timur, NTT.   desa ini benama desa Tanggedu. Desa Tanggedu terdiri dari dua dusun, yakni dusun I yang bernama Dusun Kambata Watu Ngopu dan dusun II yang bernama Pangadu Yaru Nggiling. Masing-masing dusun memiliki 2 RW yang juga memilki 4 RT.

STRATEGI CERDAS KESEHATAN MASYARAKAT (SEBUAH CATATAN SINGKAT)

Kesehatan masyarakat adalah sebuah kebutuhan penting yang tidak bisa diabaikan mengingat tingginya angka kesakitan dan kematian yang menimpa penduduk Indonesia. Perkembangan kesehatan masyarakat di Indonesia telah diawali oleh pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels yang melakukan pelatihan dukun bayi dalam praktik persalinan pada tahun 1807, selain itu serangan wabah kolera dan pes yang terjadi pada zaman penjajahan belanda menuntut pengambil kebijakan pada saat itu untuk segera merumuskan upaya-upaya kesehatan masyarakat.

TENTANG PERAYAAN (SEBUAH KENANGAN)

Gambar
Santi Taena dan Patricia Djerabat adalah dua diantara sekian banyak teman saya yang memiliki kualitas keganjilan di atas rata-rata. Keganjilan saya agak selevel di bawah mereka (hehehe) karena itulah saya suka menuliskan tentang ini.

GELIAT KEBERSAMAAN OMK PAROKI SANG PENEBUS- WARA DAN OMK STASI-STASINYA

Gambar
Senja di samping gereja stasi kilimbatu sesaat sebelum novena keempat dimulai.  Tulisan tentang Orang muda katolik yang kemudian akan saya singkat OMK ini merupakan sebuah tulisan yang bisa saja kau abaikan jika sedang sibuk, karena ini hanya sekedar tulisan biasa dari apa yang kebetulan saya alami akhir-akhir ini.

TANGAN

Gambar
“Kapan saat kau merasa tanganmu sangat cantik dan berharga? Saat kau memakai kuteks?” “Tidak. Sampai sekarang saya masih tidak mengerti kenapa para wanita mewarnai kuku mereka, kecuali jika mereka memang memiliki pembantu yang bisa memasak dan mencuci untuk mereka.”

TENTANG SEBUAH RASA

Gambar
Pantai Walakiri-Sumba Timur Saya mengakuinya, banyak hal yang sudah saya lewatkan begitu saja dengan hanya terpaku pada satu titik. Titik dimana saya berusaha bertahan dan betah selama saya mampu. Meski banyak dari para sahabat sudah meminta saya untuk beranjak dari sana, bukan sekedar meminta dengan sopan, mereka bahkan sudah meneriaki saya. Tapi saya bertahan.

SEKILAS TENTANG 'PAUHINGU SENI' 'SUMBA ART GATHERING' 'FESTIVAL SASTRA MINI'

Gambar
Kak Eka, mbak Opie Andaresta, Sarah, kak Wenda, kak Hanne, Adit, Milia, Rani, Sari, Nia Lede, Nikolas Saputra, Anaci Tnunay, Kak Dicky, Mbak Riris, Mbak Olin, Arnold, kak Fransiska Ika dan saya seusai workshop cerpen   Rencana akan mengadakan festival sastra mini sudah diberitahukan oleh Mbak Olin Monteiro beberapa bulan lalu. Saat itu, saya belum memiliki kesibukan yang berarti selain menuliskan beberapa cerita pendek dan puisi karena saya baru saja diwisuda dan belum mendapatkan transkrip nilai yang bisa digunakan untuk mencari kerja. Di sela-sela aktivitas menganggur saya, tentu saja saya menyambut baik dan penuh semangat rencana festival ini.

DI PERSIMPANGAN

Gambar
Suatu saat ketika hari masih siang, aku dan kau tiba di sebuah persimpangan jalan. Kita sama-sama berhenti, sama-sama menikmati titik itu dan sama-sama berpikir kemana kita akan melangkah bersama. Sejenak kita berdebat sebab dihadapan kita terbentang arah yang tidak sama tujuannya. Kusebut saja itu angin dan hujan.

SURAT UNTUK RIX

Gambar
Ada angin dan butir-butir air Membentur kaca jendela kamar saya Di luar hujan Dingin Lalu saya merindukan kau Hy Rix, Apa kabar?