Postingan

ANAK-ANAK PANTAI

Gambar
Mereka mengenali buih laut yang pecah lalu berhamburan dalam setiap debur debar jantung mereka namun sesekali ada yang menggelinding angkuh menuju embun yang tertampung dalam danau di mata mereka

BOCAH PEMILIK SENJA

Gambar
I Di matamu hari berganti tanpa rupa memantulkan para penghuni semesta dalam bara beraroma musim tanpa takaran hujan dan kemarau dari surga

DIA YANG DIPANGGIL PEREMPUAN

Gambar
Tubuhnya adalah sususan ribuan sel yang bernama tekad Tempat di mana duri-duri mawar tak ingin pindah Meski pada jarak sebait puisi Mimpinya adalah tumpukan jejak yang ia ambil di sisi kekasihnya Ia hanya ingin menyusuri setapak di kaki bukit Meski jarak tak sesingkat sebait puisi

BERJALAN DI ‘TUBUH’ SUMBA (TANA HUMBA)

Gambar
Saya membuka Lyra, laptop kesayangan saya dan melihat ada banyak foto di sana. Sambil melihat-lihat, saya mengingat setiap kejadian-kejadian yang ada hubungannya dengan foto itu. Demi membuat foto-foto yang mulai membuat ruang penyimpanan pada Lyra  penuh menjadi lebih bermanfaat, saya memutuskan untuk membuat catatan singkat tentang foto-foto itu dengan mengandalkan kekuatan ingatan saya yang tidak seberapa ini dan mencoba memaksimalkan kemampuan retrival saya terhadap memori yang pernah ada. Dari mana semua foto-foto itu? dari hasil jalan-jalan saya, walau pun tidak benar-benar jalan-jalan sih hahahah ada yang hasil jalan-jalan karena kerjaan kantor, ada yang dari aktivitas-aktivitas komunitas, ada yang kebetulan sama-sama dengan teman dan sebagainya. Tapi apa pun itu, pastilah semuanya tentang Sumba.

TENTANG TAMAN BACA ‘BUKIT BUKU’ DI MAULIRU – SUMBA TIMUR - NTT.

Gambar
Diskusi Memulai sesuatu memang susah, tapi mempertahankan apa yang sudah dimulai membutuhkan lebih dari sekedar keinginan memulai. Membutuhkan keberanian dan niat yang jauh lebih besar. Seperti memulai membangun taman baca ‘bukit buku’ Mauliru. Rasanya sangat bercampur aduk. Antara bingung, bersemangat dan penasaran bahkan pesimis hehehe.

PEREMPUAN YANG BERNAMA NIA

Gambar
Ada Matahari terbit dari tubuh gemulaimu Menggelinding diam-diam menjelma detak dalam dada Sesekali terdengar irama kadingang Sesekali terdengar irama kabokang Selebihnya kau dentumkan irama hidupmu

Bocah La Humba

Gambar
Aku yang tak mahir mendaraskan doa Melalui angin yang lihai menyusup di sela dinding-dinding karang tanpa tepian dengan wangi kemarau yang berdebu, kusam dan membiru