Postingan

TENTANG TAMAN BACA ‘BUKIT BUKU’ DI MAULIRU – SUMBA TIMUR - NTT.

Gambar
Diskusi Memulai sesuatu memang susah, tapi mempertahankan apa yang sudah dimulai membutuhkan lebih dari sekedar keinginan memulai. Membutuhkan keberanian dan niat yang jauh lebih besar. Seperti memulai membangun taman baca ‘bukit buku’ Mauliru. Rasanya sangat bercampur aduk. Antara bingung, bersemangat dan penasaran bahkan pesimis hehehe.

PEREMPUAN YANG BERNAMA NIA

Gambar
Ada Matahari terbit dari tubuh gemulaimu Menggelinding diam-diam menjelma detak dalam dada Sesekali terdengar irama kadingang Sesekali terdengar irama kabokang Selebihnya kau dentumkan irama hidupmu

Bocah La Humba

Gambar
Aku yang tak mahir mendaraskan doa Melalui angin yang lihai menyusup di sela dinding-dinding karang tanpa tepian dengan wangi kemarau yang berdebu, kusam dan membiru

Apa Yang Ingin Kau Rayakan? (Untuk para bocah la padang)

Gambar
  Apa yang ingin kau rayakan jika semesta mereka telah kau pasung dengan rantai bermata elang dan tembok bertubuh singa

ANAK TANGGA KESEKIAN

Gambar
  Anak tangga kesekian Dan kita mulai mengenali arah doa, wajah tuhan, lalu berhasil memungut angka yang pernah kita jebak dalam lembaran kalender yang terselip di ingatanmu tentang langit, tentang awan, tentang semesta

KEPADA PENGEMBARA

Gambar
Mengembaralah sampai jauh Sampai kau tuntaskan setapak-setapak mimpi  yang berhasil kau rengkuh di sela ranum bibir ibumu

ANAK-ANAK SUNGAI

Gambar
Di Lai Nggadung kalian menertawakan mimpi buruk semalam sambil menyelam di dasarnya mencoba menemukan butir-butir rembulan  yang kalian sembunyikan dihari pelangi tak muncul dalam rupa bias warna