Postingan

2018 dan sebuah harapan sederhana ^_^

Gambar
Tidak ada satu pun catatan yang saya posting di tahun 2017 dalam blog ini. Saya menyesal melewatkan tahun luar biasa itu tanpa satupun catatan sebagai kenangan. Entahlah, mungkin saya terlalu terlena menikmati berbagai hal baik dan menyenangkan atau mungkin saya memang malas menuliskannya dalam blog lantaran selama 10 bulan sejak maret 2017 hingga desember 2017 saya menjalani pekerjaan yang membuat saya harus menuliskan banyak hal di dua kabupaten, sumba barat dan sumba barat daya.

AIRA

  Engkau yang menjelma embun bagi pagi yang terbata-bata mengintip semesta Sekujurmu adalah kebeningan yang tak lupa diteteskan doa dari aliran darah di surgamu

SURAT UNTUK RIX (2)

Gambar
Tidak   apa   jika   kau   tidak   rindukan   saya Tapi   saya   rindu Hy Rix,,, apa kabar?

MENJAGA INGATAN TENTANG MALAM PENCARIAN DANA PEMBANGUNAN GEREJA DI STASI SANTA MONIKA MAULIRU

Gambar
Gereja stasi Santa Monika Mauliru Beberapa bulan lalu Stasi Santa Monika Mauliru baru saja mengadakan malam pencarian dana yang berlangsung selama 21 hari sejak malam pembukaan tanggal 10 juli 2016 yang lalu. Kegiatan ini diadakan sebagai salah satu bentuk pencarian dana untuk membangun gereja stasi Santa Monika Mauliru. Acara ini dibuka tanggal 10 juli 2016 oleh wakil bupati sumba timur dan di tutup pada tanggal 31 juli 2016 oleh kepala kantor kementrian agama sumba timur.

FLAMBOYAN DAN PERCAKAPAN TENTANG BENING

Flamboyan: Sebuah pohon yang berdiri kokoh dan menjatuhkan kelopak-kelopak merahnya. Seperti pohon itu saya selalu melihatnya tegak berdiri. Di hadapannya sehamparan padang sabana terbentang menawarkan gemulai ilalang kecoklatan khas musim kemarau di pulau ini: Sumba. Rambutnya tidak semerah bocah-bocah seumurannya yang lain tapi tetap saja terlihat kusam. Ia geraikan rambutnya begitu saja, ia memang selalu tak peduli pada apa pun. Sudah lama saya mengetahui tentang dia tapi baru seminggu saya mengenalnya, lebih tepatnya berjabatan tangan dan melihat wajahnya. Dia, adik lain bapak dari saya. Perempuan paruh baya yang sibuk menenun di samping rumah panggung kecil itu adalah mamanya yang juga mama saya. Bocah cilik ini bernama Ana, nama yang manis untuk gadis semanis dia.

MARI MEN-‘JELAJAH NUSANTARA’ Bersama enam belas peneliti

Gambar
sumber foto: http://persakmi.or.id/content/uploads/2016/05/Jelajah-Nusantara-3-small.jpg Saya mengetahui tentang e book ini setelah di- share oleh seorang dosen di kampus saya dulu. Namanya pun ada dalah salah satu penulis dalam buku ini, beliau menulis tentang sumba. E book ini memuat kisah perjalanan di beberapa tempat di nusantara, mulai dari papua hingga aceh. Meski pun tidak semua provinsi diceritakan namun paling tidak terdapat beberapa hal yang dapat disimak dari buku ini. Kisah yang ditampilkan bukan kisah ilmiah yang terlampau berat, kisah ini disajikan dengan polos, jujur dan menarik karena setiap perjalanan diceritakan apa adanya, pemikiran yang lahir dalam berbagai situasi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siapa saja. Buku ini merupakan pengalaman yang didapat penulisnya karena menjelajah desa dan menemukan banyak pengalaman yang setidaknya dapat memberikan inspirasi bagi mereka dan inspirasi itu disebarkan juga kepada yang lainnya.

DESA TANGGEDU YANG MENYIMPAN BANYAK SURGA

Gambar
Sejak November 2015 lalu, saya ditugaskan di sebuah desa persiapan pemekaran di kabupaten sumba timur, NTT.   desa ini benama desa Tanggedu. Desa Tanggedu terdiri dari dua dusun, yakni dusun I yang bernama Dusun Kambata Watu Ngopu dan dusun II yang bernama Pangadu Yaru Nggiling. Masing-masing dusun memiliki 2 RW yang juga memilki 4 RT.