Postingan

TENTANG SEBUAH RASA

Gambar
Pantai Walakiri-Sumba Timur Saya mengakuinya, banyak hal yang sudah saya lewatkan begitu saja dengan hanya terpaku pada satu titik. Titik dimana saya berusaha bertahan dan betah selama saya mampu. Meski banyak dari para sahabat sudah meminta saya untuk beranjak dari sana, bukan sekedar meminta dengan sopan, mereka bahkan sudah meneriaki saya. Tapi saya bertahan.

ATA NGANDI (HAMBA YANG DIBAWA)

Perempuan di gerbang itu, membawaku pada kenangan belasan tahun silam. Namanya Ida. Tubuhnya mungil, tidak gemuk tapi berotot, geraknya lincah. Kalau aku tidak salah menerka, usianya delapan tahun. Rambutnya kusam, menampilkan warna senja yang kemerahan. Wajahnya lebih sering tersenyum, dia bocah yang ceria, ia selalu tertawa setiap kali menghampiriku.

PERJALANAN TENTANG KASIH

Gambar
Untuk: seorang ibu di hari pertama ia mengecup bayinya Pada satu matahari kau memilih mendiami langit yang berbeda Ada musim yang tak mahir kau tebak di sana Kemarau dengan banyak percikan api Hujan dengan banyak butiran air

SEKILAS TENTANG 'PAUHINGU SENI' 'SUMBA ART GATHERING' 'FESTIVAL SASTRA MINI'

Gambar
Kak Eka, mbak Opie Andaresta, Sarah, kak Wenda, kak Hanne, Adit, Milia, Rani, Sari, Nia Lede, Nikolas Saputra, Anaci Tnunay, Kak Dicky, Mbak Riris, Mbak Olin, Arnold, kak Fransiska Ika dan saya seusai workshop cerpen   Rencana akan mengadakan festival sastra mini sudah diberitahukan oleh Mbak Olin Monteiro beberapa bulan lalu. Saat itu, saya belum memiliki kesibukan yang berarti selain menuliskan beberapa cerita pendek dan puisi karena saya baru saja diwisuda dan belum mendapatkan transkrip nilai yang bisa digunakan untuk mencari kerja. Di sela-sela aktivitas menganggur saya, tentu saja saya menyambut baik dan penuh semangat rencana festival ini.

LUKA

Gambar
  Kau, entahlah. Aku merasa kau begitu memprihatinkan. Sangat amat. Kau seperti hidup sebatang kara. Kini tidak ada pilihan yang harus kau pilih kecuali menerima akibat pilihanmu dulu. Kau hanya perlu menjalani apa yang tersisa dari hal yang kau sebut harapan dan cinta. Yang dulu begitu kau agungkan. Kebanggaan tiada tara kau pertontonkan dalam senyum ceriamu saat namamu yang bersanding dengan namanya menduduki tempat termanis di lidah kami. Para perempuan yang haus gosip. Para sahabatmu yang ingin melihat kau bahagia. Tapi mengapa harus kau yang terluka? Itu tidak adil, benarkan?

BELAJAR MENCINTAIMU

Gambar
Aku belajar mencintaimu Sebagai pagi yang memiliki embun di semaknya, Bening.

AKU MENCINTAIMU

Gambar
Sabana: Ia yang luas, dengan hamparan semak yang tidak beraturan dan bebatuan yang tidak sejajar, tidakkah kau ingin melintasinya dengan bebas?