Postingan

BELAJAR MENCINTAIMU

Gambar
Aku belajar mencintaimu Sebagai pagi yang memiliki embun di semaknya, Bening.

AKU MENCINTAIMU

Gambar
Sabana: Ia yang luas, dengan hamparan semak yang tidak beraturan dan bebatuan yang tidak sejajar, tidakkah kau ingin melintasinya dengan bebas?

“TENTANG CINTA, HARAPAN DAN KAU”

Gambar
Ada yang salah dengan perasaan ini. Harusnya perasaan ini tidak perlu ada. Semuanya berawal dari percakapan kita di awal kuliah dulu lalu berlanjut dengan sebentuk rasa kagum pada dirinya yang mahir memainkan gitar serta aktif dalam pelayanan. Suatu hari , saat ia menyanyikan lirik-lirik lagu Bruno Mars saat itulah aku mulai suka mencuri pandang padanya, aku mulai bersyukur atas moment dimana aku bisa menikmati kebersamaan dengannya. Sayangnya dia sudah memiliki seorang kekasih, aku harus bisa puas hanya dengan menyimpan rasa kagumku dalam hati hingga suatu hari terdengar kabar bahwa ia dan pacarnya telah putus karena perbedaan keyakinan agama. Tentu saja aku senang mendengarnya. Tanpa sadar kekaguman itu tak bisa kukendalikan hingga lahirlah benih cinta. Harusnya saat itu aku membuang benih itu jauh-jauh, tidak perlu kupupuk dengan sejuta harapan tanpa tujuan. Itu adalah kesalahan pertamaku.

DI PERSIMPANGAN

Gambar
Suatu saat ketika hari masih siang, aku dan kau tiba di sebuah persimpangan jalan. Kita sama-sama berhenti, sama-sama menikmati titik itu dan sama-sama berpikir kemana kita akan melangkah bersama. Sejenak kita berdebat sebab dihadapan kita terbentang arah yang tidak sama tujuannya. Kusebut saja itu angin dan hujan.

SURAT UNTUK RIX

Gambar
Ada angin dan butir-butir air Membentur kaca jendela kamar saya Di luar hujan Dingin Lalu saya merindukan kau Hy Rix, Apa kabar?

TENTANG AKUARIUM DAN SEORANG TEMAN

Dihadapan sebuah aquarium yang kau banggakan sebagai keindahan (menurut saya ini adalah salah satu keindahan yang kejam), terjadilah percakapan kita ini. “Kau tahu berapa kali mereka membentur dinding kaca ini? Kau tahu betapa mereka ingin berenang lebih jauh lagi?”

KUPU-KUPU YANG MEMBAWA SENJA DI SAYAPNYA.

Gambar
KUPU-KUPU YANG MEMBAWA SENJA DI SAYAPNYA (Diana Timoria) (HASIL BERCERITA DENGAN SEORANG TEMAN COWOK): Pernah ada seorang wanita di hidup saya. Pada suatu pagi, ia terjaga, tanpa pernah tau kapan dan berapa lama ia terlelap. Ia hanya tau bahwa pikirannya terlalu menumpuk dalam batok kepalanya. Hingga ia jenuh dengan segalanya. Ia kelelahan menghadapi setiap waktu yang ia punya: waktu yang telah lalu dan yang akan datang. Katanya: “ Saya mulai ketakutan setiap pagi, saya ingin waktu segera berlalu, biar bisa menikmati senja.”