Postingan

TENTANG AKUARIUM DAN SEORANG TEMAN

Dihadapan sebuah aquarium yang kau banggakan sebagai keindahan (menurut saya ini adalah salah satu keindahan yang kejam), terjadilah percakapan kita ini. “Kau tahu berapa kali mereka membentur dinding kaca ini? Kau tahu betapa mereka ingin berenang lebih jauh lagi?”

KUPU-KUPU YANG MEMBAWA SENJA DI SAYAPNYA.

Gambar
KUPU-KUPU YANG MEMBAWA SENJA DI SAYAPNYA (Diana Timoria) (HASIL BERCERITA DENGAN SEORANG TEMAN COWOK): Pernah ada seorang wanita di hidup saya. Pada suatu pagi, ia terjaga, tanpa pernah tau kapan dan berapa lama ia terlelap. Ia hanya tau bahwa pikirannya terlalu menumpuk dalam batok kepalanya. Hingga ia jenuh dengan segalanya. Ia kelelahan menghadapi setiap waktu yang ia punya: waktu yang telah lalu dan yang akan datang. Katanya: “ Saya mulai ketakutan setiap pagi, saya ingin waktu segera berlalu, biar bisa menikmati senja.”

CATATAN KECIL TENTANG ‘PARAMPUAN PUNG CARITA’

Gambar
  Pameran foto para perempuan NTT di Forjes café. Tulisan ini mungkin terkesan terlambat, tapi saya berharap tidak basi hehehehe. Kejadian dalam tulisan ini sudah berlangsung dua hari sebelum saya memposting tulisan ini. Saya tidak bermaksud menunda memposting tulisan ini namun saya sengaja melakukannya di hari istimewa ini. Hari istimewa bagi seorang perempuan, karena hari ini kita memperingati hari perempuan internasional. Sebagai seorang perempuan, saya tidak ingin ketinggalan untuk mengambil bagian dari perayaan besar ini meski pun hanya melalui tulisan singkat ini. Tulisan tentang segelintir perempuan NTT yang ‘berani’ tampil melalui karya mereka dalam bentuk foto yang ditampilkan dalam pameran foto di Forjes café.

3 DETIK PERTAMA (kombinasi antara percakapan nyata dan dunia khayalku)

“Kejujuran itu nampak pada 3 detik pertama,,,,,,,,,”    Hujan mengguyur membasahi malam. Sepi meraja dalam dingin. Di luar sana senyap. Tapi tidak disini, dalam aula Hit Bia ini. Aula yang letaknya cukup membingungkan ini, kini tampak ramai. padahal di luar sana semua makhluk mulai terlelap, kecuali serangga malam dan kelelawar tentunya. Sekelompok mahasiswa yang mengaku kaum intelektual sedang beradu argumen. Mengkritik, mengajukan saran dan berbagai istilah lain membanjiri aula itu. Kata sepakat dan sah menjadi kata yang paling mendominasi. RUA (RAPAT UMUM ANGGOTA) sedang berlangsung. Semuanya berlomba ingin mengambil bagian, menuntut apa yang menjadi hak setiap anggota untuk berbicara dan memilih. Pesta demokrasi dalam organisasi sekaligus keluarga kami.

PULANG

Gambar
Sktesa: 'segelas kopi' oleh Dian Timoria Seorang perempuan kini duduk di hadapanku. Penampilannya tidak bisa dibilang rapi tapi ia berpakaian yang pantas. Rambutnya yang halus diikat asal-asalan, bahkan beberapa helai dibiarkan jatuh pasrah dan sesekali bergoyang tertiup angin. Kemeja yang di gunakannya tampak kebesaran. Namun, di balik sikap cueknya itu, jika menyelam dalam tatapan matanya akan ada sebentuk keistimewaan yang akan membuat siapa saja tidak bisa mengabaikan kehadirannya. Sepertinya ada satu bentuk keliaran yang terjebak dalam tubuhnya yang mungil ini.

KARANG

Gambar
Batu Payung, Padadita-Waingapu Dari timur selalu ada sensasi yang sama setiap harinya. Dari timur selalu ada bias yang sama setiap harinya. Selalu pantulan itu. Sekeping emas yang menukik perlahan dan seiring melajunya angin, udara pun kian menghangat. Dan itulah sebabnya aku selalu menyukai timur.
SURAT TERAKHIR UNTUKMU Dear dirimu,,, bagaimana kabarmu? Kau tahu??? Aku tersadar kini ,,,, Dan aku suka cara Tuhan merangkai hidupku