Postingan

YANG TERKENANG DARI MAULIRU

Semalam, ketika sedang asik membaca sebuah novel, aliran listrik mendadak berhenti. Seketika asrama dan sekitarnya menjadi gelap. Saya pun segera menyalakan sebatang lilin dan melanjutkan aktifitas saya dengan bantuan penerangan lilin.   Sesaat kemudian saya berhenti dan mengamati lilin yang mulai mencair. Tanpa sadar tangan saya sudah memainkan cairan lilin itu. Ah, saya teringat pada penggalan-penggalan kenangan yang sudah terlalu lama saya lewati.

MELEPASMU

Sekali   lagi, aku bertemu dengannya. Menjelang siang. Sebelas tahun, ya sebelas tahun. Tidak mungkin aku salah menghitungnya sebab telah sebelas lembar kartu ucapan selamat natal sekaligus selamat ulang tahun yang tersusun rapi dalam laci meja belajarku. Aku ingat dan selalu mengingatnya, saat di mana dia selalu katakan ingin pergi.

ANNA

Kelak kau akan mengerti mengapa tawamu bisa dinikmati banyak orang tetapi air matamu hanya bisa dilihat satu orang: dia.   Kau terbiasa mendengar orang berkata bahwa perempuan itu lembut, cengeng, rapuh, ayu dan berbagai kata lainnya yang mendeskripsikan perempuan sebagai sosok yang menyedihkan di matamu yang selalu nampak liar. Makanya kau ingin menjadi sosok yang berbeda. “Tapi kau juga seorang perempuan” “Lalu?” “Kenapa kau tidak menerima takdirmu?” “Persetan dengan takdir, persetan dengan perempuan versi orang-orang lainnya.”

THE TRUTH

“ Realistis?” “Ya, kau harus realistis.” “Aku sudah melakukannya.” “Dengan berlari meninggalkan impianmu?” “Tidak, aku hanya mengambil jalan lain.” “Meninggalkan impianmu?” “Mungkin suatu saat nanti aku bisa mendapati diriku sedang berlari di jalan impianku.” “Bagaimana jika tidak?”

SANG PENULIS

Sinar di sekelilingmu terlampau menyilaukan. Namun mataku tetap kubuka, tidak ingin melewatkan setiap gerak yang kau pertontonkan di panggung megah itu. Entah kenapa, meski kutahu di sekelilingku gaduh, namun suaramu terdengar terlalu nyata di telingaku. Tidak satu kata pun terdengar kabur dalam lafalanmu. Bahkan, deru nafasmu yang memburu nada terdengar jelas di telingaku. Tanpa sadar, pikiran dan hatiku pun terfokus pada syairmu, lagumu dan padamu.

BENTANGAN LANGIT SIANG HARI

Gambar
Saya suka langit. Ya, langit di pagi hari, langit siang hari, langit senja maupun malam hari. Soal mengapa dan bagaimana ceritanya saya menyujai semua bentangan langi itu, tidak perlu saya jelaskan sekaligus, kelak cerita tentang potongan langit lainnya akan saya ceritakan lagi, namun khusus edisi ini, saya akan tulis tentang kecintaan saya pada langit di siang hari.

Puisi-puisi saya di Sinar Harapan, 22-23 Maret 2014

Gambar
DOA DAN LUKA Mencintai sungai di siang yang ganas adalah meraup semua doa-doa wanita yang di matanya terdapat sebuah bola yang senantiasa menggelinding dari timur hingga ke barat yang senantiasa terpelanting dari langit hingga ke palung samudra,